Blog Pantura - Kebakaran terjadi di ruang terapi oksigen hiperbarik di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Jakarta Pusat, Senin (14/03/2016) menyebabkan empat orang meninggal dunia. Ruang terapi hiperbarik seperti yang terdapat di rumah sakit itu banyak dimanfaatkan untuk menyembuhkan beragam penyakit.
![]() |
Contoh sebuah ruangan hiperbarik | ©Blog Pantura |
Terapi oksigen hiperbarik (HBOT = Hyperbaric Oxygen Therapy) merupakan suatu bentuk terapi dengan cara memberikan oksigen murni 100 persen kepada pasien dalam suatu ruangan hiperbarik yaitu ruangan yang memiliki tekanan lebih daripada tekanan udara atmosfir normal (1 atm atau 760 mmHg).
Dalam kondisi normal, oksigen dibawa oleh sel darah merah ke seluruh tubuh. Tekanan udara yang tinggi akan menyebabkan jumlah oksigen yang dibawa oleh sel darah merah meningkat hingga 400 persen.
Dalam ruang HBOT, tekanan udara meningkat hingga tiga kali lebih tinggi dari tekanan udara normal. Dengan kondisi tersebut, paru-paru dapat mengumpulkan lebih banyak oksigen murni yang dihirup daripada jika menghirupnya dalam tekanan udara normal.
Semakin banyak oksigen yang dibawa dalam darah diharapkan dapat mempercepat pemulihan penyakit yang diderita oleh pasien.
Salah satu manfaat HBOT adalah untuk mengobati penyakit penyelaman (decompression sickness dan emboli gas arteri). Saat berada di dalam air untuk menyelam, penyelam mendapatkan pasokan oksigen yang terbatas. Hal ini tentu saja mempengaruhi kesehatan fisiknya.
HBOT bisa meningkatkan kadar oksigen dengan lebih cepat sehingga kebutuhan seluruh sel tubuh akan terpenuhi.
"Terapi hiperbarik dilakukan sebelum dan sesudah kita menyelam. Tujuannya untuk menetralkan kadar nitrogen dalam darah dan melatih tekanan udara ke tubuh kita. Terapi dilakukan sekitar 15-30 menit," ujar Mochamad Achir, presenter stasiun televisi SCTV yang pernah melakukan terapi ini untuk kepentingan penyelaman.
Menurut situs TanyaDok, ada dua jenis ruangan HBOT, yaitu ruangan multipel yang dapat digunakan bersamaan dengan pasien lainnya, dan ruangan single yang hanya dapat digunakan oleh satu orang pasien saja.
Tidak perlu penggunaan masker maupun sarung tangan dalam ruangan, kecuali pada kasus keracunan karbonmonoksida. Di dalam ruangan pasien dapat melakukan aktivitas seperti membaca dan mendengarkan musik.
Dosis dan lamanya HBOT disesuaikan dengan kondisi jaringan dan indikasi dilakukannya HBOT. Sebagai contoh, HBOT untuk perawatan luka dilakukan sebanyak 10 sesi perawatan, setiap sesi memakan waktu 90 hingga 120 menit.
HBOT juga bermanfaat bagi orang yang keracunan gas CO, HCN, atau H2S. Terapi ini akan mempercepat pelepasan gas beracun sekaligus meningkatkan kadar oksigen dalam darah sehingga pasien tidak keracunan.
Peningkatan oksigen dalam darah akan mengembalikan tingkat normal gas dalam darah dan fungsi jaringan untuk mempercepat penyembuhan dari keracunan dan bisa pula melawan infeksi.
Selain sebagai terapi bagi penyelam dan orang yang keracunan, HBOT juga bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran dan kecantikan.
![]() |
Terapi dengan udara murni untuk kesehatan dan pengobatan di dalam tabung Hyperbaric Oxygen (HBO) di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintoharjo, Jakarta, 1992. |
Situs RS Dr Mintohardjo memaparkan bahwa dengan meningkatkan kadar oksigen seluruh tubuh, pemulihan kelelahan fisik bisa dipercepat dan bisa pula meningkatkan kebugaran, meningkatkan pembentukan jaringan kolagen yang berfungsi menjaga kelenturan dan kecantikan kulit, serta memperbaiki pola tidur.
Very nice service and HBOT for wound care performed 10 treatment sessions, each session takes 90 to 120 minutes good job.
BalasHapusO2